Rabu, 29 Desember 2010

KREATIF DAN INOVATIF DALAM BERWIRAUSAHA


Menjadi seorang pengusaha sukses tidak harus diawali dengan modal besar, menempati Showroom/outlet di mal atau dengan ditunjang oleh peralatan yang mahal dan canggih. Ternyata banyak usaha yang bisa dilakukan dirumahan, oleh siapa saja, terutama untuk usaha sambilan bagi ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan waktu luang setelah pekerjaan rumah utama beres/selesai. Resepnya, harus memiliki ide yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan produk-produk yang unik, beda, memiliki nilai lebih, mudah dilakukan, mudah dan murah untuk memperoleh bahan baku, harga yang terjangkau, dapat diterima pasar baik pasar lokal maupun pasar internasional. Produk-produk home industry, seperti handuk karakter, boneka busana adat, tutup gelas bahan satin, terbukti dapat menarik minat pasar. Selain produk-produk yang disebut diatas, masih banyak produk-produk kreatif dan inovatif.
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha.
Seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.
Dalam bukunya Thomas W Zimmerer Dkk menjelaskan bahwa Kreatifitas (creativity) adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang sedangkan Inovasi (Innovation) adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Ted Levitt dari Hardvard mengemukakan bahwa kreatifitas adalah memikirkan hal-hal baru dan inovasi adalah mengerjakan hal-hal baru.
Menurut Suryana dalam bukunya yang berjudul kewirausahaan menjelaskan bahwa inovasi adalah kreatifitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumberdaya yang kita miliki. Jadi, untuk senantiasa dapat berinovasi, kita memerlukan kecerdasan kreatif. Caranya adalah dengan berlatih untuk senantiasa menurunkan gelombang otak sedemikian sehingga kita dapat menggali sumber kreatifitas dan intuisi bisnis.
Jadi, dari penjelasan di atas Kreatif adalah Menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain dan Menghubungkan ide-ide/hal-hal yang tadinya tidak berhubungan sedangkan Inovatif Menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada atau Pembaruan/menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda.
Inovatif atau Kreatif:
Wirausahawan dapat memadukan pikiran kreatif dan imajinatif dengan kemampuan proses yang logis dan sistematis. Perpaduan ini merupakan kunci keberhasilan. Lebih dari itu, wirusahawan yang potensial selalu mencati kesempatan yang unik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Dengan menerapkan aturan itu seorang wirausahawan menganalisis suatu persoalan dari setiap sudut kemungkinan: Apakah persoalannya? Siapa yang terkena dampaknya? Berapa biaya yang diperlukan? Dapatkah persoalan ini dipecahkan? Apakah pasar akan membayar solusinya? Inilah jenis analisis yang membaurkan pemikiran kreatif dan analisis yang sitematis.
Adapun fungsi Kreatifitas dalam proses inovatif merupakan hal yang penting. Kreatifitas adalah pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektifitas dan efisiensi pada suatu system. Ada dua aspek penting pada kreatifitas: proses dan manusia. Proses yang berorientasi tujuan, yang didesain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menentukan solusi. Proses tetap sama namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi. Misalnya, pada suatu problem mereka mengadaptasikan suatu solusi tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka menerapkan solusi inovatif.
Ø
Ø
Dapat dipelajari, misalnya setiap perusahaan memiliki strategi untuk menarik konsumen dengan berbagai cara, antara lain bila konsumen membeli dua buah produk akan mendapat satu produk tambahan, member diskon (bila membeli dalam jumlah banyak maupun diskon harga bila membeli dengan cara tunai), menurunkan harga produk/jasa, gratis bagi pembeli perdana sampai pembeli kelima, atau pembeli mendapat potongan 50 persen dan lain sebagainya.
Ada yang bilang bahwa inovatif merupakan bakat, misalnya pada seniman yang menghasilkan karya seni tertentu, hal ini sulit untuk dipelajari atau diajarkan. Pada goresan kuas yang keberapakah, lukisannya bisa bagus atau sudah bisa dinikmati oleh para penikmat seni/lukisan.

2 komentar: